Ini cerita yang saya dapatkan ketika mengikuti training yang super yaitu training SEFT setelah saya lulus SMA, ini sebuah cerita yang dulu selalu diturunkan kepada wanita yang akan menikah di suatu negara di Asia Timur.

Pada suatu hari seorang perempuan muda bernama Yun Ok datang menemui seorang pertapa untuk meminta bantuan.Pertapa itu merupakan seorang yang terkenal bijaksana dan pembuat guna-guna dan ramuan ajaib.
Yun Ok meminta pada pertapa itu supaya di buatkan ramuan untuk suaminya yang sangat berubah sekali sikap nya kepada Yun Ok semenjak pulang dari medan perang, suaminya hampir tidak pernah berbicara,dan seolah olah tak mau mendengarkan apa yg di bicarakan oleh orang lain, saat berbicara juga dia berbicara dengan kasar dan ringan tangan.

Yun meminta ramuan supaya suaminya bisa kembali seperti dulu lagi.Kemudian si pertapa meminta Yun Ok untuk dtg 3 hari lagi supaya dia bisa memberitahukan ramuan nya
Tiga hari kemudian Yun Ok datang lagi ke pondok pertapa yang sangat bijaksana itu,kemudian si pertapa itu berkata pada Yun Ok bahwa bahan yang paling penting untuk ramuan yang akan di buatnya adalah kumis harimau yang masih hidup.Semula Yun Ok merasa kaget dan merasa tidak sanggup tapi pertapa itu meyakin kan nya kalau memang Yun Ok menginginkan ramuan itu maka dia harus mau mengambil kumis harimau yang masih hidup itu.
Yun Ok akhirnya pulang,dia berpikir keras bagaimana caranya memperoleh kumis harimau itu.Suatu malam ketika suaminya telah tertidur lelap,dengan diam-diam dia keluar membawa mangkok yang berisi nasi dan daging menuju sisi gunung di mana harimau itu berada,tetapi harimau itu tidak mau keluar dari persembunyian nya. Malam berikutnya Yun Ok datang lagi dan kali ini dia lebih dekat ke sisi gua tersebut, setiap malam Yun Ok pergi ke gunung,dan setiap malam pula dia maju beberapa langkah lebih dekat dengan harimau itu sehingga sedikit demi sedikit harimau itu menjadi terbiasa dengan kedatangannya.
Malam berikutnya setelah menatap dengan seksama ke dalam mata Yun Ok,harimau itu mau memakan makanan yang di bawa oleh Yun OK.

Hampir enam bulan berlalu sejak malam pertama dia datang ke gunung itu, sampai akhirnya pada suatu malam jaraknya dengan harimau itu hampir tidak ada, ia memeluk  harimau itu Yun Ok berkata kepada harimau itu ” Oh harimau binatang yang murah hatu,saya harus memiliki salah satu kumis mu, jangan marah ya” dan dia mencabut satu kumis harimau itu.
Keesokan harinya dia sudah berada di pondok pertapa itu dan memberikan kumis harimau itu sesua dengan permintaan pertapa tersebut. Pertapa itu mengambil kumis harimau itu dan mengamatinya,merasa puas dengan apa yang dibawa oleh Yun Ok dia membungkuk ke depan dan membuang kumis harimau itu kedalam api yang berkobar di perapiannya.

Dengan sedih Yun Ok bertanya kenapa pertapa itu melakukan hal tersebut,pertapa itu bertanya kepada Yun Ok bagaimana dia memperoleh kumis harimau itu.Yun Ok menceritakan kesabaran nya selama enam bulan menanti kesempatan untuk bisa mendapatkan kumis harimau itu.

“Ya,kamu telah berhasil menjinakkan harimau itu dan memperoleh kepercayaan dan cinta nya “
“Tetapi anda telah membuang kumis harimau itu kedalam api. Semua usaha saya terbuang sia-sia” Yun Ok menangis
“Tidak,saya tidak berfikir bahwa usaha kamu sia-sia,kumis harimau itu tidak di perlukan lagi”. Pertapa itu lalu menjelaskan ke pada Yun OK apakah seorang manusia terlebih orang yg telah menjadi suami kita bisa lebih jahat daripada seekor harimau?Apakah seorang lelaki itu kurang tanggap terhadap kebaikan dan pengertian? Kalau kita bisa memperoleh kepercayaan dan cinta dari seekor binatang liar dan haus darah dengan kelembutan dan kesabaran,bukan kah dengan cara yang sama kamu akan memperoleh kepercayaan dan cinta dari orang yang kamu sayangi tersebut?

Bahkan harimau tunduk padamu, apakah kamu masih tidak yakin bisa perlahan mendapatkan suamimu yang dulu?

Ya, dan cerita ini saya yakini kebenarannya..Bukan kebenaran kejadiannya, tetapi kebenaran maknanya. Bahwa tidak ada kata menyerah sebenarnya bila kita menginginkan sesuatu. Yakin bahwa segala sesuatu yang sulit bisa kita gapai dengan semangat yang kuat. Itu juga kenapa saya berusaha bertahan dengan prinsip “Ketulusan dan Totalitas”. Berat memang..Tapi berbuat Total dengan Ketulusan, saya rasa tidak akan menjadikan apapun sia-sia. Terkadang saya masih sering terharu kalau mengingat tekad kuat Yun Ok berjuang demi suaminya..

Postingan ini untuk semua orang, semua pejuang yang tak pernah menyerah demi cintanya.