Tibalah saatnya hari Hearing Calon Ketua DAT 2011. Calon lainnya adalah Taufik Nurcahyo (GL 08)dan Angga Putra (SF 08). Singkat cerita, dengan sistem musyawarah antar peserta hearing, saya terpilih. Terima kasih untuk yang hadir hearing waktu itu, beberapa diantaranya adalah : Oki (TK 08), Fany (TL 08), Efi (FI 08), Devita (TL 08), Dhani (MS 08), Adit (DKV 07), Anis (FI 08), Maul (IF 08), Ajie (SBM 08), Tezza (IF 08), buat yang lain belum yang saya sebut silahkan katakan ke saya, haha maaf tidak bisa mengingat semuanya.

Terima kasih pula untuk Presiden saya, yang secara langsung memimpin saya menjalani DAT 2011,Herry Dharmawan (PN 06) dan jajarannya yang mengawasi saya Adi Putra (GL 06) dan Ryan Alfian (TM 06) yang dengan keras mengatakan tidak rela DAT jatuh ke tangan ke3 calon ketua tersebut bila visi dan misi hanya dipikirkan dalam 1-2 hari. Saya akhirnya terpilih dan berjanji untuk melunasi hutang saya ke Herry untuk memikirkan DAT dengan super matang, dengan berbagai landasan yang kuat.

Bertemu Zuhdi

Foto sama Zuhdi waktu LPJ Kabinet

Pasca terpilih jadi ketua DAT 2011, banyak orang-orang yang memanggil saya untuk diajak berdiskusi. Salah satu diantaranya adalah Zuhdi (AR 06). Dia memberi saya beberapa pengetahuan tentang kampus & mengajari saya mengenai beberapa hal. 2 hal diantara sangat melekat di pikiran saya hingga sekarang, bahkan saya pegang menjadi salah satu prinsip hidup saya.

  1. Banyak orang yang ingin memegang jabatan tanpa pengalaman yang matang sebelumnya. Entah kenapa saya merasa makin kesini, kualitas pemegang jabatan tidak sebagus angkatan-angkatan sebelumnya. Tidak bermasud mengeneralisir juga ya, ada beberapa orang yang merasa pantas untuk maju (sebagai apapun) padahal pengalamannya masih seumur jagung, dan setelah terpilih pun tidak ada perbaikan yang signifikan (pada dirinya, dan lingkungan sekitarnya). Itu yang Zuhdi minta saya ubah dari penyelenggaraan DAT 2011. Semoga sekarang berubah ya, saya harap orang yang terinfluens DAT 2011 (tidak harus pesertanya) memutuskan untuk tampil/maju atau melakukan apapun telah siap dengan persiapan dan pertimbangan yang matang.
  2. Ketika sudah memegang jabatan, itu sudah bukan waktunya lagi untuk belajar, tetapi itu saatnya pembuktian. Itu melekat hingga sekarang di kepala saya. Saya tidak suka pemimpin/pemegang amanah yang ketika dievaluasi mengatakan bahwa kekurangannya adalah karena dia masih belajar. Demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater, lebih baik mundur saja, dan berikan tampuknya pada orang yang paham bahwa ini saatnya membuktikan. Belajar ya ketika anda masih bukan siapa-siapa, silahkan saja salah. Dan kelak, prinsip inilah  yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk mundur ketika ditawari mengisi suatu posisi di kabinet.