DAT 2010 kelar, dan entah setelah itu rekan-rekan peserta sesama DAT 2010 banyak yang dipercaya memegang amanah, yang lagi rame waktu itu ketua kadwil, ada juga yang jadi ketua kader, kadiv kepanitiaan besar, danlap INKM, banyak lagi lainnya, dan errr agak minder yah, saya tetep biasa-biasa aja. Hahahaha.

Tapi beberapa lama setelah itu pun akhirnya saya dipercaya untuk memegang suatu amanah, yang walaupun bukan sebagai ketua apapun, tetapi memberikan saya banyak sekali pembelajaran. Terima kasih buat Iqbal Ariefandi (selanjutnya disebut Bekok) dan Yogi Irmas Pratama (selanjutnya disebut Igoy) atas kepercayaannya 🙂 Kelak kepercayaan dari mereka lah yang membuat saya yakin bahwa sistem Benda Pejal sejauh ini sistem terbaik untuk menguatkan mental kelompok, atau komunitas. Dan bersama mereka pula saya belajar untuk mengembangkan animo kerja yang baik sehingga membentuk team work dan kepercayaan, hal yang (menurut saya) masih sedikit diterapkan dalam kepanitiaan di ITB. (Intinya, jarang pemimpin yang memikirkan keadaan anak-anaknya, mental mereka bagaimana, dsb.) Tapi Bekok, yang waktu itu memimpin HMTL, masih sempat bahkan untuk nanya kabar & mendengarkan curhat tataran bawah dia gak sekedar sampe BP aja, tapi juga kadiv-kadiv kepanitiaan kecil maupun besar. Bahkan orang-orang yang bukan siapa-siapa.

Huff menurut saya susah mencari orang seperti itu sekarang yg jadi ketua proker ataupun menteri, ataupun kahim yang masih sempet memikirkan keadaan orang. Bukan saya mengesampingkan profesionalitas, saya tahu kahim, menteri, atau presiden dan pemegang amanah lainnya ya mungkin terlalu sedikit waktunya & terlalu banyak urusannya hanya untuk memikirkan hal kecil, tapi bagi saya hebat ketika bisa mengemban amanah besar tetapi sambil membangun & memperkuat mental serta kepercayaan semua bawahannya.

 

Mungkin ini ada hubungannya dengan beberapa kepanitiaan atau pemerintahan mini (himpunan, unit, kabinet, dll) yang “ditinggalkan” atau mengalami permasalahan dengan loyalitas anggotanya atau masalah sumber daya, kurang orang dsb. Kurang peminat, mungkin bergantung pada kualitas promosi & komunikasi, tetapi bila ditinggalkan, mungkin ada masalah dengan pemimpinnya, atau mungkin sekarang kita sudah tidak bisa membedakan mana masalah dan mana efek proses.  Banyak kemungkinan.

 

Bersambung

*hingga catatan ini diluncurkan saya masih menyusun tulisan mengenai DAT 2011 dan catatan lain saya mengenai DAT dan efeknya 🙂 Ditunggu yaa!