Halo, hari ini postingan saya mungkin agak berbeda dari biasanya. Tiba-tiba lagi pengen membagi momen-momen kecil yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan mentransformasikannya dalam bentukan tulisan yang seperti karikatur. Jadi ya isi dari momen-momen itu dideskripsikan dan dikomentari sedemikian rupa cuma buat dijadikan bahan tertawaan aja (tapi bukan negatif lho). Iya  mungkin kurang kerjaan, tapi sebenarnya menyenangkan ketika menulis dalam bahasa sehari-hari tanpa mikirin pola kalimat ataupun tata bahasa. Ya, buat have fun aja. Oh iya, untuk orang-orang yang terlibat ini komentar atau deskripsinya gak sepenuhnya benar  dari hati saya ya haha namanya juga karikatur dalam bentuk tulisan jadi jangan dibawa ke hati. Saya just kidding (ala Tukul). Selamat menikmati.

Rabu, 11 April 2012 di R.32 CC Barat. 

Sebuah percakapan terjadi antara 3 orang. Saya perkenalkan terlebih dahulu ya, siapa saja :

Orang pertama : Laksito Hedi (nama yang unik ya dan orangnya punya pikiran yang unik juga, eksis tingkat stroposfer, tapi cungkring badannya,  11 12 sama tiang listrik, atau kalo dibandingin sama penulis mungkin gak jauh beda sama sapu lidi)

Na ini foto si Tito

Ngomong sok asik

Orang kedua : Muhammad Zulfikar (nama yang bagus sekali ya, seperti nama alumni pesantren, tapi perlu diketahui aja  sodara-sodara, sampe sekarang belum jelas apakah kelakuan dalam kehidupan sehari-harinya persis seperti alumni pesantren ataukah jangan-jangan alumni diskotik?! Masih menjadi misteri! Jeng jeng!)

Ni fotonya Zulfikar

Tangan sok asik

Orang ketiga : Levina L Suprapto (nama yang  pasaran, entah udah brapa orang di ITB yang namanya begini. Levina artinya : Cahaya yang sangat terang, tapi ni orang gak ada putih-putihnya sama sekali. Dan panggilannya jadi Leywulong -> mungkin ini pertanda kiamat)

Ley

Baju sok asik

==========================================================================================

Zulfikar : Yok liat Stand Up Comedy yang di Labtek biru, saya belum pernah liat

Laksito : Gak ah, males, jauh kesana (jawaban singkat yang menyatakan sikap yang sudah jelas tak akan bisa diubah oleh pihak manapun)

Levina : Ayo dong tito puhlease (melas, mengasihani diri sendiri dan berharap ada yang kasihan)

Laksito : Ley, antara ke Labtek biru sama ke gerbang depan itu sama aja jaraknya, dan sekarang gw ni lagi laper, jadi mendingan gw ke gerbang depan gak si kalopun pergi, bakal nemu makanan

Levina : (goyah-> BBM (Benar-Benar Murahan) kalo soal perut)

Zulfikar : Pasti kamu antara ke gunung sama ke pantai lebih suka ke pantai (tarakdes! kaget kan? tiba-tiba jadi gunung sama pantai)

Laksito : Hmm, iya sih, emangnya apa hubungannya?

Zulfikar : Kalo ke gunung, kita harus daki dulu baru bisa liat matahari,

Laksito : Lha kalau ke pantai?

Zulfikar : Kalo ke pantai kan naik mobil (Duk Duk Ces! Serasa jomplang)

Levina : Cekikikan (suara yang dikeluarkan seperti setan, ataupun kombinasi antara bebek bengek dengan kuntilanak karena lagi pilek)

Laksito : Ya gak juga lah, ada kok pantai yang harus jalan masuk2 dulu gitu

Zulfikar : Pantai mana?

Laksito : Ada pokoknya

Zulfikar : Berarti belum pernah kan kesana? (intonasi suara lucu campur annoying buat orang yang dituduh)

Laksito : Pernah kok tapi gw gak tau namanya itu apa (intonasi suara ngotot gak mau dituduh)

Ngotot2an berlanjut selama sekitar 30 detik, silahkan di replay di memori masing-masing

Levina : Errrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

****************************************************************************************************************

Antara gunung dan pantai, saya pernah pergi ke keduanya, tapi….

Ah sudahlah..

Hahahaha