Judul buku                  : Teknologi dan Masyarakat

Pengarang                   : Rahardi Ramelan

Penerbit                       : CV Lubuk Agung

Kota terbit                   : Jakarta

Tampilan Cover buku dengan foto Rahardi Ramelan pada sampulnya

Teknologi dan manusia adalah 2 hal yang tak dapat dilepaskan satu sama lain. Hal inilah yang menyebabkan pembahasan akan kedua hal ini selalu menarik seperti buku yang bertajuk “Teknologi dan Masyarakat” yang akan dibahas pada tulisan ini. Buku dengan foto sosok Rahardi Ramelan yang merupakan sang pengarang pada sampulnya terdiri dari 512 halaman isi yang meliputi 7 BAB. Pada BAB I yang merupakan bagian pendahuluan, pembaca mendapatkan introduksi singkat mengenai perubahan dan perkembangan bangsa dan kebudayaan yang terjadi di bumi ini. Secara bertahap, introduksi yang diberikan mengerucut dari pembahasan mengenai bangsa-bangsa yang ada di seluruh dunia menjadi perkembangan budaya tanah air kita beserta efek yang ditimbulkannya dari transformasi budaya yang terjadi. Setelah introduksi tersebut, pembaca dibawa menuju BAB berikutnya yang berjudul “Industrialisasi, Teknologi dan Budaya”. Ada 2 hal yang sangat menarik pada bagian ini yaitu diberikannya contoh kasus nyata yang membahas mengenai kearifan lokal dan modal sosial serta disertakannya teks sambutan Rahardi Ramelan yang menggunakan Bahasa Inggris pada peringatan ke 150 tahun perusahaan Siemens dari Jerman yang bertajuk Innovation, Science and Technology, and Culture.  “Globalisasi dan Masyarakat” adalah judul BAB berikutnya yang menyambut pembaca. Tergambar dari judul BAB, pada bagian ini dibahas globalisasi beserta tantangannya di masa depan seperti kompetisi global. Apabila pembaca merupakan kalangan civitas akademika, bagian ini mungkin merupakan bagian paling menarik untuk dibaca karena membahas hak atas kekayaan intelektual dan peran perguruan tinggi, mahasiswa dan alumni dalam era globalisasi. Terdapat pula penjabaran beberapa isu utama dalam manajemen perguruan tinggi Indonesia. Hal yang unik pada bagian ini adalah terdapatnya pembahasan khusus mengenai peran wanita dalam pembangunan menghadapi era globalisasi. “Teknologi dan Kemandirian” merupakan BAB dengan jumlah halaman terbanyak. Di bagian ini dibahas teknologi sebagai suatu hal yang tidak mungkin lepas dari sumber daya manusia dan salah satu cara untuk mencapai kemandirian suatu bangsa adalah dengan penguasaan teknologi oleh masyarakatnya. Pada bagian ini diberikan beberapa karya tulis original Rahardi Ramelan yang menggunakan Bahasa Inggris. Terdapat pula beberapa  informasi yang disajikan dalam diagram dan tabel untuk memudahkan pembaca mencerna data yang disajikan. Kuantitas halaman yang paling tinggi dari seluruh BAB yang ada dan berbagai sajian data yang diberikan beserta analisisnya membuat BAB ini merupakan bagian yang relatif rumit untuk dicerna. “Industrialisasi Sebagai Pilihan” adalah BAB kelima yang pembaca akan temui. Secara singkat pada bagian ini dijelaskan bahwa hendaknya kita memilih industrialisasi sebagai poros pembangunan nasional. Sebelum sampai ke bagian penutup, 1 BAB terakhir yang dijumpai pembaca adalah “Kreatifitas, Inovasi, dan Profesionalisme” yang secara umum menjelaskan berbagai aspek yang selayaknya berlandaskan budaya inovasi, kaitan inovasi dengan kreatifitas dan pembangunan profesionalisme.

Pengetahuan dan pengalaman penulis akan berbagai hal yang meliputi teknologi dan masyarakat tidak diragukan lagi. Hal ini terlihat dari berbagai tulisan ilmiah karya beliau ataupun teks sambutan asli beliau yang disertakan dalam buku ini. Namun, tidak ditampilkannya terjemahan dari teks asli yang berbahasa Inggris tersebut ditambah dengan penggunaan bahasa yang cenderung sulit untuk dimengerti orang awam membuat buku ini tidak dianjurkan bagi pembaca pemula ataupun pembaca yang tidak berkecimpung di bidang yang bersentuhan langsung dengan teknologi dan industri.  Salah satu kekurangan buku ini adalah monotonnya tampilan halaman demi halaman pada isi dan walaupun ukuran tulisan cukup proporsional untuk dibaca, namun spasi antar baris kurang proporsional sehingga terlihat terlalu rapat dan mengurangi minat untuk membaca. Kekurangan lain dari buku ini adalah terlalu banyaknya pembahasan contoh kasus yang spesifik (misalnya : pembahasan secara mendalam dan agak terlalu berlarut-larut akan suatu jenis industri) sehingga terkadang sulit untuk mengambil kesimpulan.

Kelebihan dari buku ini adalah terbahasnya secara menyeluruh aspek-aspek yang berkaitan dengan proses menggapai sinergi antara masyarakat dan teknologi untuk mencapai kemandirian bangsa karena seperti yang kita ketahui yang selama ini terjadi adalah kita terbelenggu dalam pola pikir ‘kekinian’ sehingga melupakan kearifan lokal ataupun tidak mempertimbangkan kesiapan masyarakat dalam menerima, menjaga dan menggunakan teknologi. Hal inilah yang menyebabkan kuantitas penemuan teknologi yang tinggi tidak secara niscaya mendukung kualitas penyelesaian masalah yang terjadi pada masyarakat. Terdapatnya data dan penyajian informasi dalam bentuk diagram dan tabel juga memperkuat kualitas isi dari buku ini dan membantu para pembaca untuk melakukan proses interpretasi secara pribadi yang dapat dibandingkan dengan analisis dari penulis atau fakta maupun teori lain yang dijabarkan.

Buku ini sangat direkomendasikan untuk masyarakat yang bersentuhan atau berinteraksi langsung dengan pembentukan maupun penggunaan teknologi dan civitas akademika karena membahas pemikiran-pemikiran teknolog yang selayaknya tidak berpikir secara parsial serta isu dan peranan perguruan tinggi dalam menghadapi era globalisasi. Selain 2 kalangan yang disebutkan diatas, buku ini juga disarankan untuk elemen negara yang tertarik untuk mencapai kemandirian bangsa dengan menggapai sinergi antara teknologi dan masyarakat.

Sebuah Resensi Oleh Levina L Suprapto