Okay! Kemaren saya udah share tentang deodorant & sepatu yang saya pakai buat olahraga (terutama atletik). Sekarang saya mau share 2 barang yang saya punya, beda tapi 1 jenis dan fungsinya hampir sama. Yaitu Supporter!

Nope bukan supporter penonton tapi Body Support untuk di beberapa anggota tubuh. Karena beberapa tahun ini olahraga rutin saya adalah atletik, jadi saya butuh beberapa barang semacam ini. Kenapa? Karena atletik (terutama lari dengan berbagai jarak) adalah olahraga paling murah tapi bila dilakukan dengan intensitas tertentu bisa memicu cedera! Jadi ini 2 supporter yang saya punya. Merknya LP, harganya gak terlalu mahal, biasanya antara 50-100 ribu tergantung jenisnya.

Yang panjang dan bisa dililit kayak perban ini namanya Knee Wrap, enak make ini, bisa dililitin di lutut untuk meminimalisir pergeseran akibat goncangan yang dibuat oleh kaki waktu ber atletik ria. Jadi fungsi knee wrap itu buat meminimalisir efek buruk kompresi pada tulang lutut.

Knee Wrap

Bentuk Knee Wrap yang saya pakai

Naa, selain Knee Wrap ada 1 lagi yang saya punya, yang fungsinya hampir sama tapi beda jenis. Yaitu Knee Support yang kayak gambar dibawah ini.

Knee Supporter

Jenis Knee Supporter yang saya punya

Na, kalo knee support dia lebih simple cara makenya, tinggal dimasukin aja, kalo Knee Wrap kan harus dililit. Nah ini didesain buat ngikutin kontur lutut kita, dan dengan kompresi yang rendah terhadap lutut, jadi support ke persendian nya oke. Saya mulai pake Knee Support itu pas SMA, pas lulus dan masuk ITB, awalnya lupa untuk make ini, tapi kesini-sini nya saya makin rutin beratletik ria, jadi mulai pake lagi. Knee wrap yang saya pake sekarang bahannya 70% nylon, sisanya spandex, makanya bisa melekat sesuai bentuk lutut. Komposisi yang menurut saya lumayan enak, karena gak terlalu ngepress dan halus karena nylonnya. 🙂

Kalo Knee Wrap yang tadi, itu saya belajar makenya pas tingkat 3 karena gak bisa dililit dengan sembarangan, karena salah-salah bisa bikin sendi lututnya malah terkompresi lebih pas lari. Ini semua memang bukan hal yang wajib dipunya setiap orang, tapi karena intensitas olahraga saya cukup tinggi, saya juga harus menaruh investasi lebih di setiap olahraga yang saya lakuin terutama untuk mencegah dan meminimalisir resiko cedera. Gak bisa berharap olahraga dengan semurah-murahnya berharap dapat bonusnya (misalnya : berat badan turun, seger) dengan mengabaikan resiko cederanya.

Itu dulu ya teman-teman! Sampai jumpa di sharing berikutnya! Jangan bosen haha 🙂