Tingkat 1 dan 2 (16-17 tahun hidup di dunia) : Sangat eksplosif di media sosial, banyak hal kecil di update, banyak sekali emosi remeh diluapkan di media sosial

Tingkat 3 (18 tahun): Masa transisi, eksplosif biasanya dalam tataran pendapat dan ketidakterimaan akan hal diluar diri yang berjalan tidak seperti harapan

Tingkat 4 (19 tahun) : Mulai sadar diri, setidaknya selalu ada yang keras dalam mengingatkan bahwa ingin atau tidak ingin selalu ada orang yang mengamati dan terpengaruh pada diri ini baik sebagai role model atau tidak. 

Tingkat 4 1/2 (20 tahun diberi kehidupan oleh Tuhan) : Media sosial adalah tempat yang terbuka untuk mengekspresikan banyak hal, dan setiap orang bebas untuk mengungkapkan apapun, bahkan setiap orang bebas untuk mengeluh dan ‘meledak’ sebanyak mungkin. Tetapi setidaknya sekarang saya sadar dan paham bahwa saya bertanggung jawab pada 2.148 friend saya di facebook, 62 followers saya di tumblr, dan 569 followers saya di twitter dan ‘penonton’ saya di media sosial lainnya. Saya bertanggung jawab agar mereka tidak menjadi negatif baik perasaannya, baik tindakannya, baik pemikirannya karena membaca ketidakbijakan saya dalam menumpahkan sesuatu. Tidak, bukan pencitraan maksud saya. Tetapi memilih dan memilah, apa yang perlu dibagi, apa yang akan membantu orang lain dan apa yang tidak perlu mereka ketahui dan mereka judge 

Pernah menghabiskan hidup anda untuk sebuah kekhawatiran,judgement atau negative thinking yang tidak perlu? Habis kah energi anda? Saya rasa jawabannya iya. Setidaknya saya berusaha untuk meminimalisir orang-orang yang seperti itu akibat apapun yang saya tuliskan di media sosial. 

Dan kali ini saya tidak hanya berterima kasih kepada kampus dan kemahasiswaan, tetapi saya berterima kasih kepada teman-teman saya karena saya pun bagian gambaran dari pergaulan saya dan mengapresiasi diri untuk pemilihan teman dan menjauhnya saya dari beberapa jenis pergaulan. “Pendidikan yang paling bodoh adalah memerintahkan anak untuk tidak pilih-pilih teman” – Mario Teguh

Dan saya bersyukur atas teman-teman yang saya pilih. Bergaul dengan penjual parfum memang pasti akan terciprat wanginya.