Tags

, , ,

Dewasa ini, setelah terjun ke realita yang sebenarnya di dunia kerja, menemukan banyak sekali orang yang salah menerjemahkan lentera jiwa. Pribadi yang realistis memang harus, tetapi realistis dan membohongi diri sendiri juga ternyata masih beda tipis. Dan pada beberapa kondisi realistis dan munafik juga beda tipis.

Menurut saya lentera jiwa itu bukan sekedar mengerjakan sesuatu yang tidak anda benci, atau sekedar mengerjakan sesuatu yang nyaman untuk dikerjakan. Lentera jiwa juga bukan sekedar mengerjakan sesuatu di lingkungan yang nyaman dengan pemimpin atau atasan yang menyenangkan. 

Jadi, adalah salah ketika seseorang mengatakan sesuatu adalah passionnya semata-mata karena lingkungan yang nyaman, bidangnya yang ‘sekedar’ menarik, tempatnya berkegiatan yang ‘sekedar’ bergengsi dan pamor, atau memiliki pemimpin yang ramah dan sabar atau mendapatkan kompensasi dan keuntungan yang besar. Menurut saya itu sekedar nyaman. Jadi pikir berkali-kali sebelum mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan itu bukan passion dan sesuatu yang menyenangkan adalah passion anda. Jangan-jangan anda hanya sekedar tidak tahan banting dengan lingkungan dan seenak jidat pilah pilih kemudian berlindung dibalik topeng yang menyatakan lingkungan yang tidak ideal, ataupun itu bukan passion anda. Sungguh saya tidak ingin menjadi pribadi yang seperti itu dan semoga tidak akan pernah.

Dan passion ataupun Lentera Jiwa anda itu tidak akan selalu mulus. Pasti ada kalanya anda akan merasa tertekan, ada kalanya harus berhadapan dengan sistem yang kotor dan tidak ideal, ada kalanya harus melakukan sesuatu yang bahkan melebihi porsi dan bahkan kesanggupan anda. Kalau anda berpikir bekerja dengan passion itu kondisi di lapangannya akan sama persis dengan apa yang anda inginkan dan doing something happily ever after itu salah. Justru itu kenapa namanya Lentera. Tidak padam, tetap terang dalam kegelapan. Kalau cahaya sudah ada ya tidak akan butuh lentera. Bahkan anda harus tahan dengan bantingan realita, dan menghadapi etika profesionalisme dimana melakukan apa yang diperintahkan adalah definisinya, bukan melakukan apa yang anda inginkan. Cicipi melaksanakan passion dengan kondisi itu. Then go ahead talk about fight in your passion.

Dan jangan lupa, tidak berada di passion anda bukan berarti melupakan suatu hal yaitu Tanggung Jawab dan profesionalisme. Berada di tempat yang tidak nyaman dan tidak sesuai lenteranya, tetapi tidak berani meninggalkan karena masih membutuhkan kompensasi ya munafik.Tidak berani meninggalkan tetapi berani pergi ketika ada hal yang menggiurkan (tetapi bukan karena Lenteranya) juga masih munafik. Berlindung dibalik topeng ‘mencari pengalaman’ tanpa ada arah dan berdasarkan pertimbangan nyaman atau tidak. Jadi bila masih munafik, Don’t you dare talk about passion, karena mengejar dan bertanggung jawab dengan kata-katanya saja tidak berani. Semacam mencintai Tuhan tanpa bukti dan mencintai orang hanya dengan kata-kata manis.

Sulit untuk berintegritas, tetapi saatnya kita untuk totalitas, dengan kata-kata yang telah kita keluarkan. Saya tidak sudi meninggalkan kata-kata yang telah saya lontarkan hanya karena ketidaknyamanan dan kebosanan semata. Awalnya memang dimulai dengan memaksa diri, tapi sekarang setidaknya sebelum melontarkan apapun saya berpikir berkali-kali, apalagi yang berhubungan dengan tekad dan keinginan saya di masa depan. Pada beberapa titik memang seperti orang yang berbuat bodoh, rela kelaparan hanya karena gengsi, tetapi di banyak titik, itu membuat saya sadar bahwa kata-kata kita tidak hanya didengar oleh Tuhan, tetapi didengar, ditandai atau bahkan diingat banyak orang. Dan banyak situasi dimana harga diri kita pun dinilai dengan seberapa besar dan banyaknya kita menepati kata-kata yang telah kita lontarkan.

Berkata “Aku ingin A”, “Aku mau B” dan “Aku akan C” memang tidak hanya sekedar DO’A tapi TANGGUNG JAWAB kita untuk berusaha sesuai dengan apa yang kita ucapkan.

“Lentera bersinar di dalam kegelapan, bukan ketika cahaya menyengat. Lentera jiwa akan membuat anda selalu berpikir bahwa hidup bukan sekedar tentang anda, tetapi bagaimana untuk menerangi banyak orang”

Evening thought, di kala banyak menemukan orang yang banyak mengubah keputusan, berlari dan menjauh hanya karena ketidaknyamanan, kebosanan, dan ketidakbetahan. Topeng ‘cari pengalaman’ dan ‘ingin mencoba’ memang sedang trendi sepertinya.

Ley